PGN Menambah Jaringan Pipa Gas Bumi

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) terus menambah jaringan pipa gas bumi di seluruh wilayah Indonesia. PGN merencanakan pembangunan infrastruktur gas bumi untuk meningkatan pemanfaatan gas dalam negeri dan mengurangi impor gas bumi. Penambahan panjang pipa gas yang akan dibangun oleh PGN sepanjang 1.680 kilometer (km) dimulai tahun ini sampai tahun 2019.

Alasan PGN untuk mengembangkan pipa gas ini, agar masyarakat bisa menikmati gas alam yang dimiliki sendiri tanpa harus impor. Sehingga bisa mengurangi biaya impor dan ketergantungan pada energi impor. "Semakin banyak masyarakat menggunakan gas bumi, maka akan memberikan dampak besar bagi rakyat dan negara dan mengurangi ketergantungan pada energi impor."

Hendi Prio Santoso, Direktur Utama PGN, mengungkapkan, infrastrukktur pipa gas bumi sepanjang 1.680 km yang akan dibangun sampai 2019 meliputi, antara lain:
- pipa transmisi open access Duri-Dumai-Medan
- pipa transmisi open access Muara Bekasi-Semarang
- pipa Distribusi Batam (Nagoya) WNTS-Pemping
- pipa distribusi gas bumi di wilayah eksisting dan daerah baru lainnya

Dengan tambahan pipa gas tersebut membuat jumlah pipa gas bumi PGN pada tahun 2019 nanti menjadi lebih dari  8.660 km. Jumlah ini akan meningkatkan kemampuan penyaluran gas PGN mencapai 1.902 juta kaki kubik (mmscfd). Pipa gas bumi PGN saat ini bila dihitung dalam persentase adalah 76 persen dari pipa gas bumi nasional.

PGN juga telah merampungkan pembangunan pipa transmisi gas bumi open access Kalimantan - Jawa (Kalija) I yang memiliki panjang lebih dari 200 km. Pipa gas Kalija I ini menghubungkan sumber gas Lapangan Kepodang di Laut Utara Jawa Tengah ke pembangkit listrik PLN Tambak Lorok.



http://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20160314122444-85-117208/pgn-bangun-pipa-gas-bumi-1680-km-hingga-2019/


Tulisan ini disumbangkan untuk jadi artikel situs Si-Nergi


Comments

Popular posts from this blog

Keadaan Lingkungan Saat Ini

Potensi Gas Alam

Wisata alam Dieng