Thorium, Energi Alternatif yang Ramah Lingkungan



Thorium. Mungkin sebagian besar dari kita masih asing dengan kata tersebut. Thorium berasal dari kata "Thor" yang merupakan nama Dewa Petir bangsa Viking atau Norseman. Thorium ditemukan pada tahun 1828. Thorium adalah sebuah unsur dengan no atom 90 yang mempunyai sifat radioaktif yang dapat dipakai sebagai energi alternatif bahan bakar reaktor nuklir. Selain itu, Thorium digunakan sebagai elemen dalam bola lampu dan sebagai bahan campuran logam. 





Dengan ukuran kurang lebih sebesar bola di foto dapat memberikan listrik untuk rumah anda selama 100 tahun atau pengganti bahan bakar untuk pesawat terbang selama 3 bulan. 

Banyak negara di dunia mulai mempetimbangkan penggunaan thorium sebagai energi alternatif untuk pembangkit listrik tenaga nuklir karena ketersediaannya lebih banyak dibanding uranium dan lebih aman bagi lingkungan. 1 kilogram thorium dapat menghasilkan energi yang setara dengan 300 kilogram uranium sedangkan limbah yang dihasilkan 90% lebih sedikit dibanding uranium. 


Menteri Perindustrian (Menperin), Saleh Husin mengatakan, pengembangan penghasil energi seperti thorium sangat diperlukan karena kebutuhan terhadap energi khususnya listrik makin tinggi. Thorium yang terdapat banyak di Indonesia khususnya di Pulau Bangka saja sekitar 121 ribu ton merupakan pilihan energi alternatif yang cocok. 




Tulisan ini disumbangkan untuk jadi artikel situs Si-Nergi





Comments

Popular posts from this blog

Keadaan Lingkungan Saat Ini

Potensi Gas Alam

Kepedulian BUMN untuk Warga Bengkulu