Penambahan Jaringan Gas Bumi di Surabaya

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) terus mengembangkan jaringan gas buminya ke berbagai daerah di nusantara. PGN memiliki target untuk membangun 28.500 pipa gas bumi di Surabaya-Gresik untuk tahun ini. Sampai saat ini pengguna gas bumi PGN telah mencapai 14.838 pelanggan rumah tangga. Sales Area Head PGN Area Surabaya-Gresik mengemukakan penambahan jumlah pelanggan gas bumi PGN tersebut dijalankan lewat 2 program, yakni program Sayang Ibu dan program Jargas. 

Program Sayang Ibu‎ merupakan program dari bersumber PGN, sedangkan program Jargas merupakan program yang berasal dari pemerintah yang dipercayakan kepada PGN. Dari program Sayang Ibu, PGN mempunyai target penambahan 4.500 rumah tangga sedangkan dari program Jargas PGN menargetkan 24.000 pelanggan rumah tangga. Anggaran untuk program Sayang Ibu berasal dari internal PGN, sedangkan untuk program Jargas berasal dari pemerintah.

Berikut adalah beberapa masyarakat di Surabaya yang menikmati manfaat energi baik dari gas bumi PGN:

Elfa, pembuat kue di Surabaya bernama Die Va Cake & Cookies mengaku sangat diuntungkan dengan penggunaan gas bumi PGN. Saat menggunakan LPG dirinya harus mengeluarkan uang Rp 700.000 sampai Rp 900.000 sedangkan dengan gas bumi PGN, ia hanya mengeluarkan biaya Rp 250.000 untuk setiap bulannya.

Elfa telah memakai gas bumi PGN selama 4 tahun dan penghematan yang didapatkan sangat besar. Uang dari hasil penghematan dipakai untuk membeli peralatan membuat kue. Kue buatan Elfa bahkan dilirik oleh beberapa hotel di Surabaya. Setiap harinya kue Elfa laku terjual 300 sampai 500 buah.

Pengusaha lontong di kampong lontong, Banyuurip, Surabaya merasa diuntungkan dengan pengunaan gas bumi PGN. Karena selain hemat, gas bumi PGN juga tersedia dalam 24 jam. Ketersediaan gas bumi PGN sangat dibutuhkan pembuat lontong karena untuk mendapatkan hasil lontong yang maksimal dibutuhkan kompor yang terus menyala selama proses pemasakan. Gas bumi PGN seperti PDAM kalau mau pakai, tinggal buka saja, begitu praktis. Selain itu, gas bumi PGN juga lebih aman.

Untuk setiap harinya, Aris Siswanto, salah satu pengusaha lontong memasak lontong hingga 1.500 potong lontong. Penghematan yang didapatkan dari menggunakan gas bumi PGN lebih dari 50%. Saat menggunakan tabung elpiji, uang yang dikeluarkan hingga 2 juta rupiah. Sedangkan pada saat menggunakan gas bumi dari PGN, ia hanya menggeluarkan 900 ribu rupiah. 


Tulisan ini disumbangkan untuk jadi artikel situs Si-Nergi

Comments

Popular posts from this blog

Keadaan Lingkungan Saat Ini

Potensi Gas Alam

Kepedulian BUMN untuk Warga Bengkulu